Malam sudah beranjak ke pagi. Namun, masih lagi ingin kuluahkan gusar hati yang belum mahu beranjak pergi. Teman, kerana aku ingin berkongsi sedikit rasa yang ada pada seketul daging bernama hati.

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:


Yang ingin kubicarakan teman, hati itu sesungguhnya dianugerahkan Allah kepada kita, dengan suatu rasa bernama intuisi. Seringkali di hati itu terasa senang sekali, aman dan damai. Tatkala itu terasa hari dilalui indah sekali, apa yang diperbuat terasa dikurniakan redha Ilahi, sudah semestinya, InsyaAllah, satu perbuatan yang baik, yang sedang kita perbuatkan. Sungguh, pada saat itu, hati pasti rasa riang, rasa lapang.

Sebaliknya teman, pernahkah kau rasakan, bisik hati seumpama awan hitam yang berat menanggung hujan? Sesak terasa di lubuk sukma. Apa yang diperbuat seumpama ada sahaja yang tidak kena. Seumpama ada seketul batu yang berat yang ditimpakan ke atas dada, sesak nafas, seakan tiada ruang untuk bernyawa. Percayalah teman, saat itu hati kita sebenarnya sedang memekikkan lontaran suara, memprotes tindakan maksiat yang kita kerjakan!! Jangan sesekali kita abaikan pekikan itu teman, kerana bila ia sudah terabaikan, apa yang dirasakan selepas itu adalah rasa selesa dengan maksiat yang sedang kita perlakukan.

Ingat2 juga teman, hati kita itu, perlu dibimbing agar kenal baik buruk ikut pada perintah agama. Agar ia bisa tenang pada hal-hal yang mengikut lunas syari'at yang telah ditetapkan Allah, dan bisa menendang menggigit pada hal-hal maksiat yang melanggar perintah dan larangan Allah. Kerana itu teman, hati itu perlu selalu diberi makan. Makanan jiwa yang molek-molek, 5 vitamin yang bisa menambahbaik jiwa sebagaimana bait-bait puisi Imam Nawawi dalam salah sebuah karyanya- Kitab At-Tibyaan.
  • Khamsun hunna dawaul qalb (Ada lima perkara yang menjadi penawar hati)
  • Qiraaatul quran (Membaca Quran)
  • Wa qiyamul lail (dan melakukan sholat malam)
  • Wa majaalisatus shalihien (dan berkumpul dengan orang yang baik)
  • Wa ikhlaaul baathin (dan berpuasa)
  • Wa tadharruindas shabaah (dan berdzikir menjelang subuh)
 

Aku bicara ini teman, sebagai satu perkongsian rasa. Sebagai peringatan untukku dan untukmu, agar kita bisa memperbaiki hati, untuk memperbaiki diri... Tegur aku teman, jika aku melakukan sesuatu yang bisa membinasakan hati aku. Moga Allah merahmati kamu, temanku, dan aku.


P/S:: Kongsikan teman, apa rasa yang pernah terbit dari lubuk sukma kamu?





0 Responses

Post a Comment